<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>www.jihadbukankenistaan.com</title>
	<atom:link href="http://jihadbukankenistaan.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jihadbukankenistaan.com</link>
	<description>Meraih Kemuliaan dengan Jihad ... bukan Kenistaan</description>
	<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:30:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<image>
  <link>http://jihadbukankenistaan.com</link>
  <url>http://jihadbukankenistaan.com/favicon.gif</url>
  <title>www.jihadbukankenistaan.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Solusi Menghadapi Terorisme (Solusi 11-18)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-11-18.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-11-18.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[ekstrim]]></category>

		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>

		<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<category><![CDATA[imamah]]></category>

		<category><![CDATA[imarah]]></category>

		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<category><![CDATA[keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<category><![CDATA[uhud]]></category>

		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Sebelas : Meluruskan istilah-istilah syari’at yang kerap disalahpahami, seperti pengertian Imamah, ‘Imarah, Bai’at, negeri Islam, negeri kafir, ‘Uhud (perjanjian) dan yang semisalnya.
Istilah-istilah di atas termasuk istilah yang banyak digunakan oleh orang-orang yang terjerumus dalam garis ekstrim. Dan tidak diragukan bahwa menyelewengkan istilah-istilah tersebut dari hakikatnya akan melahirkan berbagai macam kerusakan dan kehancuran bagi umat. 
Perhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Sebelas :</span></strong><span> Meluruskan istilah-istilah syari’at yang kerap disalahpahami, seperti pengertian <em>Im</em></span>a<span><em>mah</em>, <em>‘Im</em></span>a<span><em>rah</em>, <em>Bai’at</em>, negeri Islam, negeri kafir, <em>‘Uh</em></span><em>u</em><span><em>d</em> (perjanjian) dan yang semisalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Istilah-istilah di atas termasuk istilah yang banyak digunakan oleh orang-orang yang terjerumus dalam garis ekstrim. Dan tidak diragukan bahwa menyelewengkan istilah-istilah tersebut dari hakikatnya akan melahirkan berbagai macam kerusakan dan kehancuran bagi umat.</span><span id="more-186"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Perhatikan kalimat “<em>Im</em></span>a<span><em>mah</em>” yang bermakna kepemimpinan. Adalah suatu hal yang sangat penting untuk mengetahui siapa yang dikatakan sebagai Imam (Pemimpin/penguasa) dalam suatu negara, bagaimana ketentuan syahnya sebagai penguasa, konsekwensi yang harus dijalankan oleh rakyat di belakang hal tersebut, dan lain-lainnya. Karena itu wajarlah bila kita menyaksikan sekelompok orang yang tidak mengakui keberadaan penguasa di negaranya, atau mengangkat pimpinan tersendiri dalam kelompok atau jama’ahnya dengan berbagai konsekwensi yang hanya dimiliki oleh seorang pemimpin yang syar’iy menurut timbangan Islam. Kesalahan-kesalahan tersebut muncul karena kurang atau tidak memahami prinsip-prinsip Islam dalam masalah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan perhatikan kalimat “<em>Bai&#8217;at</em>” yang bermakna sumpah setia atau janji. Bai’at adalah suatu hal yang hanya diperuntukkan terhadap seorang penguasa yang syah dan dibangun dibelakang bai’at itu berbagai hukum. Termasuk kesalahan yang banyak terjadi pada kelompok-kelompok yang menganggap dirinya memperjuangkan Islam adanya bai’at-bai’at kepada para pemimpin mereka, di mana hal tersebut tergolong membentuk jama’ah dalam tubuh Jama’ah kaum muslimin dan hal tersebut terhitung memecah belah Jama’ah kaum muslimin dan siapa yang meninggal di atas hal tersebut maka ia dianggap mati jahiliyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Demikian pula menjatuhkan hukum kepada suatu negeri, bahwa ia adalah negeri Islam atau negeri Kafir, dibelakang hukum tersebut ada sejumlah masalah yang hanya diketahui kedetailannya oleh para ulama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Demikian pula sejumlah istilah syar’iy lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Maka meluruskan istilah-istilah ini termasuk titik-titik penting dalam menyelesaikan sikap ekstrim atau terorisme. <em>Wall</em></span>a<span><em>hu A’lam</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Dua Belas :</span></strong><span> Mendukung kegiatan-kegiatan dakwah yang haq dalam mendekatkan agama yang benar kepada manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Tidak diragukan bahwa menyeru manusia ke jalan Allah termasuk solusi yang sangat bermanfaat dalam menanggulangi segala problematika yang dihadapi oleh manusia dan menciptakan kebaikan untuk mereka dibelakang hal tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span> berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Fushshilat : 33</span></strong><span>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan dakwah di jalan Allah adalah lambang keberuntungan untuk manusia,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. </span></strong>a<strong><span>li-‘Imr</span></strong>a<strong><span>n : 104</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Maka sangatlah dibutuhkan upaya-upaya untuk menegakkan dakwah yang hak di tengah manusia sesuai dengan tuntunan Al-Qur`</span>a<span>n dan As-Sunnah sebagaimana yang dipahami dan diamalkan oleh para ulama salaf dari kalangan shahabat, <em>tabi’in</em> dan <em>tabi’ut tabi’in</em> dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Seluruh pihak hendaknya punya andil dalam menyebarkan dakwah tersebut, setiap orang sesuai dengan kemampuannya dalam segala bentuk dukungan yang dibutuhkan dalam penyebaran dakwah. <em>Wall</em></span>a<span><em>hul Muwaffiq</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Tiga Belas :</span></strong><span> Memberikan peluang dan kedudukan kepada orang-orang yang berilmu dalam mengadakan upaya-upaya perbaikan di tengah umat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> pernah bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الْأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ يَتَكَلَّمُ فِيْ أَمْرِ الْعَامَّةِ</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang menipu, (dimana) akan dibenarkan padanya orang yang berdusta dan dianggap dusta orang yang jujur, orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap berkhianat dan akan berbicara Ar-Ruwaibidhoh. Ditanyakan : “Siapakah Ar-Ruwaibidhoh itu?” Beliau berkata : “Orang dungu yang berbicara tentang<span> </span>perkara umum.” </span></em><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> juga mengingatkan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَأَضَلُّوْا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari para hamba akan tetapi Allah mencabutnya dengan mencabut (mewafatkan) para ulama sampai bila tidak tersisa lagi seorang alim maka manusiapun mengambil para pemimpin yang bodoh maka merekapun ditanya lalu mereka memberi fatwa tanpa ilmu maka sesatlah mereka lagi menyesatkan.” </span></em><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dua nash hadits di atas sangatlah jelas menunjukkan pentingnya keberadaan para ulama di tengah umat dan hal tersebut merupakan keselamatan dan kesejahteraan mereka, sekaligus menunjukkan bahaya akan menimpa umat ini bila mereka menjadikan orang-orang yang jahil terhadap urusan agama sebagai rujukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Empat Belas :</span></strong><span> Tidak mencampuradukkan antara masalah yang mempunyai dasar-dasar syar’iy seperti Jihad, <em>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</em>, <em>Al-Wal</em></span>a<span><em>` wal Barô`</em>, dan lain-lainnya dengan masalah yang merupakan pelanggaran dalam syari’at, seperti pengkafiran tanpa dalil jelas, ekstrim, terorisme dan lain-lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah permasalahan yang banyak dibicarakan pada hari-hari ini adalah tergolong masalah yang mempunyai dasar syar’iy dalam tuntunan agama kita seperti Jihad, <em>Amar Ma’ruf<span> </span>Nahi Mungkar</em>, <em>Al-Wal</em></span>a<span><em>` wal Barô`</em> dan lain-lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan ada sejumlah masalah yang sama sekali tidak mempunyai dasar dalam syari’at kita, bahkan tergolong suatu hal yang diharamkan dan amat tercela dalam timbangan agama seperti sikap ekstrim, terorisme, pengkafiran tanpa dalil dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Maka termasuk kesalahan di kalangan sebagian kaum muslimin yang mencampur adukkan antara dua kutub permasalahan tersebut sehingga kita melihat sebagian dari kaum muslimin menjelekkan sebagian tuntunan agama mereka lantara hal ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Jadi membedakan dan mendudukkan antara masalah yang mempunyai dasar syar’iy dengan masalah yang tidak mempunyai dasar syar’iy termasuk hal yang sangat penting dalam menyelesaikan sejumlah problematika yang tengah kita hadapi saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Lima Belas :</span></strong><span> Mengadakan pelatihan khusus, seminar, pelajaran terprogram, pesantren kilat dan lain-lainnya, kepada seluruh lapisan masyarakat dari kalangan pemerintah, militer, dan rakyat umum untuk mendalami atau mempertajam prinsip-prinsip agama dan kaidah-kaidahnya atau sejumlah pembahasan penting berkaitan dengan sebab-sebab terciptanya keamanan, kemulian dan kejayaan umat dalam pandangan syari’at, ketaatan kepada para penguasa, hukum-hukum penting dalam agama, bentuk-bentuk ekstrim dan dasar-dasar pemikirannya dan masalah-masalah lainnya yang merupakan tonggak tegaknya suatu negara dan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Enam Belas :</span></strong><span> Mengadakan upaya maksimal dalam memperbaiki keadaan kehidupan masyarakat dan memenuhi kebutuhan darurat mereka serta menyelesaikan masalah-masalah mereka agar hubungan antara rakyat dan pemerintah semakin erat dan terjalin kepercayaan yang sangat besar antara keduanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Tujuh Belas :</span></strong><span> Melarang tersebarnya buku-buku yang memuat pemikiran menyimpang dan mengawasi ruang lingkup para penganut pemikiran tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Delapan Belas :</span></strong><span> Mengarahkan media massa kepada hal yang terbaik dalam pemberitaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Termasuk hak dan kewajiban pemerintah untuk mengawasi bidang pemberitaan, karena pemberitaan bukanlah urusan setiap orang, bahkan ia adalah urusan pihak-pihak tertentu yang telah diatur oleh penguasa dan orang-orang yang berilmu di antara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Maka harus ada langkah yang baik dalam memperbaiki kerusakan pemberitaan dan mengarahkannya kepada hal yang terbaik sehingga tidak menjadi penyebab terjadinya berbagai macam kerusakan dan bahaya yang telah diterangkan. <em>Wall</em></span>a<span><em>hu Musta’</em></span>a<span><em>n</em>.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Telah berlalu takhrijnya.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Telah berlalu takhrijnya.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-11-18.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Menghadapi Terorisme (Solusi 6-10)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-6-10.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-6-10.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 00:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[berhukum]]></category>

		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>

		<category><![CDATA[fasik]]></category>

		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>

		<category><![CDATA[Ibnul Qayyim]]></category>

		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<category><![CDATA[kafir]]></category>

		<category><![CDATA[khawarij]]></category>

		<category><![CDATA[murtad]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Enam : Berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah.
Sudah merupakan tabiat dari kehidupan bahwa manusia sangatlah butuh kepada suatu aturan dalam kehidupan mereka agar terbentuk kehidupan yang seimbang dan sejahtera, tanpa ada kekurangan dan kejelekan yang membahayakan mereka. Maka dari hikmah dan rahmat Allah Jalla wa &#8216;Alaa, diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci guna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Enam :</span></strong><span> Berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Sudah merupakan tabiat dari kehidupan bahwa manusia sangatlah butuh kepada suatu aturan dalam kehidupan mereka agar terbentuk kehidupan yang seimbang dan sejahtera, tanpa ada kekurangan dan kejelekan yang membahayakan mereka. Maka dari hikmah dan rahmat Allah <em>Jalla wa &#8216;Alaa</em>, diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci guna mewujudkan kemashlahatan untuk manusia pada perkara dunia maupun akhirat mereka.</span><span id="more-184"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Hadîd : 25</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Allah <em>Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span> berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Baqarah : 213</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan -<em>Al-Hamdulill</em></span>a<span><em>h</em>- seluruh syari’at Allah <em>Jalla Sya`nuhu</em> penuh dengan keadilan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Qur`</span></em>a<em><span>n) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-An’</span></strong>a<strong><span>m : 115</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Masalah apapun yang terjadi, pasti dalam syari’at Allah ada penyelesaiannya, besar maupun kecil masalah tersebut. Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span> berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><em><span dir="ltr">“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur`</span></em>a<em><span dir="ltr">n) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.”</span></em><span dir="ltr"> (</span><strong><span dir="ltr">QS. An-Nis</span></strong>a<strong><span dir="ltr">&#8216; : 59</span></strong><span dir="ltr">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan berpaling dari hukum tersebut adalah sebab terjadinya fitnah dan musibah, sebagaimana dalam firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa suatu fitnah atau ditimpa azab yang pedih.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS.</span></strong><span> </span><strong><span>An-Nur : 63</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Tujuh :</span></strong><span> Menyebarkan ilmu syar’iy di tengah umat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berkata Ibnul Qayyim <em>rahimahull</em></span>a<span><em>h</em>, “Tidaklah alam iini rusak kecuali karena kejahilan, dan tidak ada kemakmuran baginya kecuali dengan ilmu (syari’at). Kapan ilmu itu nampak pada suatu negeri atau suatu tempat maka akan sedikit kejelekan pada para penghuninya, dan kapan ilmu itu tersembunyi padanya, maka akan nampak kejelekan dan kerusakan. Siapa yang tidak mengetahui hal ini, maka ia tergolong orang-orang yang Allah tidak memberikan cahaya kepadanya. Berkata Imam Ahmad, “Andaikata bukan karena ilmu, sungguh manusia seperti hewan-hewan ternak.” Dan beliau juga berkata, “Manusia lebih butuh kepada ilmu ketimbang makan dan minum. Karena makan dan minum dalam sehari hanya dibutuhkan dua atau tiga kali, sedangkan ilmu dibutuhkan pada setiap saat.”.” <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Delapan :</span></strong><span> Menimbang vonis kafir, fasik dan bid’ah dengan ketentuan-ketentuan syari’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Menjatuhkan vonis kafir, fasik, bid’ah dan selainnya dari istilah-istilah syar’iy adalah suatu hal yang sangat riskan dan besar tanggung jawabnya di hadapan Allah <em>Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span>. Karena itu Nabi <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> mengingatkan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;" lang="AR-SA">أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيْهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir”, maka kalimat ini harus disandang oleh salah seorang dari keduanya. Kalau memang seperti yang dia katakan, (maka tidak mengapa), dan kalau tidak, maka kalimat itu akan kembali kepadanya.”</span></em><span> <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Selain dari itu, dibelakang vonis kafir, fasik dan seterusnya akan ada sejumlah hukum yang dibangun di atasnya, berupa membunuh orang-orang yang murtad, memerangi orang-orang kafir, memberi <em>ta’zîr</em> (hukuman pelajaran) kepada orang-orang fasik dan pelaku bid’ah dan sebagainya dari masalah-masalah detail yang hanya dipahami hakikatnya dan akan diletakkan pada tempatnya oleh para ulama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan sebagaimana yang telah dipaparkan bahwa salah satu sebab munculnya ideologi terorisme yang mengatasnamakan agama adalah dibangun di atas vonis-vonis tersebut, maka merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mendudukkan makna dan hakikat dari istilah-istilah syar’iy tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa menjadi solusi masalah ini,</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Meluruskan      makna istilah-istilah syar’iy di atas.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Menerangkan      tentang bahaya ekstrim dalam beragama dan bahaya menjatuhkan tuduhan      kepada seorang muslim tanpa ilmu.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Menerangkan      fatwa-fatwa para ulama berkaitan dengan masalah ini.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Mengumpalkan      dasar-dasar ideologi yang menyimpang dalam hal ini kemudian membantahnya      dengan argument dari Al-Qur`</span>a<span>n dan As-Sunnah.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Menerangkan      tokoh-tokoh yang menyandang dan menyebarkan pemikiran ini di tengah umat.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Sembilan :</span></strong><span> Meluruskan makna jihad yang hakiki dan pembagian orang-orang kafir menurut kaidah-kaidah Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Meluruskan pemahaman dalam dua masalah ini termasuk solusi dasar dalam menuntaskan masalah terorisme. Dan -<em>Al-Hamdulill</em></span>a<span><em>h</em>- pada bab kedua dari buku ini telah dijelaskan banyak hal yang merupakan dasar-dasar pijakan syari’at untuk menentukan sebuah jihad yang sesuai dengan tuntunan dan bagaimana sebenarnya pembagian orang-orang kafir dalam timbangan syari’at. Dan ada niat -dengan idzin Allah- untuk menyusun buku khusus merinci seluruh hukum berkaitan dengan jihad dalam sebuah pembahasan lengkap. Semoga Allah memudahkan hal tersebut dan senantiasa mencurahkan <em>‘in</em></span>a<span><em>yah</em> dan taufik-Nya. <em>Innahu Walliyyu Dz</em></span>a<span><em>lika Wal Qôdiru ‘Alahi</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Sepuluh :</span></strong><span> Menyingkap tabir penyimpangan dan kerusakan paham Khawarij dan yang semisal dengannya dalam garis ekstrim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Telah dijeleskan dari bab yang telah lalu akan bahaya paham khawarij dan potensinya dalam melahirkan aksi-aksi terorisme. Paham ekstrim ini dan sejumlah pemahaman yang segaris dengannya sangatlah penting untuk diterangkan kepada umat tentang dasar-dasar kesesatan pemikiran mereka dan bahayanya. </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><strong><em><span>I’l</span></em></strong>a<strong><em><span>mul Muwaqqi’în</span></em></strong><span> 2/257.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Ibnu ‘Umar <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a<span> riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry<span> </span>no. 6104 dan Muslim no. 60. Dan dari hadits Abu Hurairah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry no. 6103.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-6-10.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Menghadapi Terorisme (Solusi 3-5)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-3-5.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-3-5.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 00:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[imam]]></category>

		<category><![CDATA[jama'ah]]></category>

		<category><![CDATA[keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[muslimin]]></category>

		<category><![CDATA[negara]]></category>

		<category><![CDATA[penguasa]]></category>

		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Tiga : Komitment terhadap Jama&#8217;ah kaum muslimin dan Imam mereka.
Jama’ah kaum muslimin adalah kaum muslimin dibawah kepemimpinan seorang Imam (penguasa) muslim dalam sebuah negara. 
Dan sudah merupakan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta&#8216;ala bahwa letak kebahagiaan dan kesejahteraan manusia adalah bila mereka bersatu di bawah seorang pemimpin, yang tanpa hal tersebut pasti akan berlaku hukum rimba, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Tiga :</span></strong><span> Komitment terhadap Jama&#8217;ah kaum muslimin dan Imam mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Jama’ah kaum muslimin adalah kaum muslimin dibawah kepemimpinan seorang Imam (penguasa) muslim dalam sebuah negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan sudah merupakan ketentuan Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta</em></span>&#8216;a<span><em>l</em></span>a<span> bahwa letak kebahagiaan dan kesejahteraan manusia adalah bila mereka bersatu di bawah seorang pemimpin, yang tanpa hal tersebut pasti akan berlaku hukum rimba, dimana yang lemah menjadi mangsa yang kuat. Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> menegaskan,</span><span id="more-182"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Baqarah : 251</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berkata Ibnul Mub</span>a<span>rak (w. 181 H) <em>rahimahull</em></span>a<span><em>h</em>, “Sebagai rahmat dan kemurahan-Nya, Allah menolak masalah yang rumit dari agama kita dengan penguasa. Andaikata bukan karena penguasa niscaya tidak akan ada jalan yang aman bagi kita, dan yang lemah dari kita pasti menjadi mangsa bagi yang kuat.” <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Nabi <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> telah menegaskan bahwa komitment terhadap Jama</span>&#8216;a<span>h kaum muslimin dan Imam mereka adalah salah satu jalan keselamatan pada saat terjadi berbagai fitnah yang membahayakan kaum muslimin, sebagaimana diterangkan dalam hadits Hudzaifah Ibnul Yaman <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a<span>, beliau berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِيْ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا كُنَّا فِيْ جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيْهِ دَخَنٌ قَلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِيْ تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِيْ إِنْ أَدْرَكَنِيْ ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجْرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span><span> </span>“Manusia bertanya kepada Rasulull</span></em>a<em><span>h shollall</span></em>a<em><span>hu ‘alahi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan saya bertanya kepada beliau tentang kejelekan, saya khawatir kejelekan itu akan menimpaku, maka saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu dalam kejahiliyaan dan kejelekan, kemudian All</span></em>a<em><span>h mendatangkan kepada kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan ada kejelekan?” Beliau menjawab, “Iya.” Kemudian saya bertanya, “Apakah setelah kejelekan itu ada kebaikan,” Beliau menjawab, “Iya, dan telah ada asapnya.” Saya bertanya, “Apakah asapnya?” Beliau menjawab, “Suatu kaum yang mengambil petunjuk selain dari petunjukku, ada yang engkau anggap baik dari mereka dan ada yang engkau ingkari.” Kemudian saya bertanya, “Apakah setelah kebaikan itu ada kejelekan.” Beliau menjawab, “Iya, da’i-da’i yang menyeru ke pintu-pintu neraka jahannam, siapa yang menjawab seruan mereka, maka mereka akan melemparkannya ke dalamnya.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sifatkanlah mereka kepada kami?” Beliau menjawab, “Mereka adalah dari kulit kita juga dan berbicara dengan lisan-lisan kita.” Saya berkata, “Apa perintahmu kepadaku jika saya mendapati hal tersebut?” Beliau bersabda, “</span></em><strong><em><span>Engkau komitmen terhadap Jam</span></em></strong><strong>a&#8217;a</strong><strong><em><span>h kaum muslimin dan Imam mereka</span></em></strong><em><span>.” Saya berkata, “Jika kaum muslimin tidak mempunyai Jama</span></em>&#8216;a<em><span>h dan Imam.” Beliau berkata, “Tinggalkan seluruh firqoh-firqoh (kelompok-kelompok) tersebut, walaupun engkau harus menggigit akar pohon hingga kematian menjemputmu dan engkau di atas hal tersebut.”</span></em><span><span> </span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><sup><span><!--[if !supportFootnotes]--><sup><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></sup><!--[endif]--></span></sup></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Empat :</span></strong><span> Menanamkan pemaham ketaatan kepada penguasa dalam hal yang ma’ruf.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta</em></span>&#8216;a<span><em>l</em></span>a<span> berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kalian.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS.</span></strong><span> </span><strong><span>An-Nis</span></strong>a<strong><span>` : 59</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> bersabda,</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">عَلَيْكَ السَمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْ عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Wajib atas kamu untuk mendengar dan taat baik dalam keadaan sulit maupun mudah, bersemangat atau terpaksa, walaupun ia berlaku sewenang-wenang terhadap kamu.”</span></em><span> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan dalam hadits lain, beliau menyatakan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">اسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبْشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيْبَةٌ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Mendengarlah dan taatlah walaupun dijadikan penguasa atas kalian seorang budak Habasyi seakan-akan kepalanya adalah kismis (anggur kering).” </span></em><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">تَسْمَعُ وَتُطِيْعُ لِلْأَمِيْرِ وَإِنْ ضَرَبَ ظَهْرَكَ وَأَخَذَ مَالَكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Kamu mendengar dan taat kepada penguasa walaupun dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, maka dengar dan taatlah.”</span></em><span> <a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">إِنَّهَا سَتَكُوْنُ بَعْدِيْ أَثَرَةٌ وَأُمُوْرٌ تُنْكِرُوْنَهَا</span></strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَأْمُرُنَا ؟ قَالَ : تُؤَدُّوْنَ الْحَقَّ الَّذِيْ عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الَّذِيْ لَكُمْ</span></strong><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya sepeninggalku akan terjadi kesewenang-wenangan dan banyak perkara yang kalian ingkari. Mereka (shahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah apa yang engkau perintahkan pada kami?” Beliau menjawab, “Tunaikanlah kewajiban atas kalian (terhadap penguasa) dan mintalah hak kalian pada Allah.”</span></em><span> <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan hadits-hadits dalam hal ini <em>mutaw</em></span>a<span><em>tir</em>, diriwayatkan dari puluhan shahabat Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Karena itu salah prinsip dasar syari</span>&#8216;a<span>t Islam adalah taat kepada penguasa dalam hal yang ma’ruf berdasarkan nash-nash di atas dan kesepatakan para ulama dari dahulu hingga sekarang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan tidak diragukan bahwa prinsip dasar ini merupakan salah satu tonggak kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia. Dan dengannya akan tercipta keamanan dan kejayaan suatu negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Sebaliknya, menelantarkan prinsip yang agung ini adalah sebab malapetaka dan kehancuran yang tengah melanda umat pada banyak negara Islam pada hari-hari ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Lima</span></strong><strong><span> :</span></strong><span> Mendekatkan umat kepada para ulama mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>Al-Hakîm Al-‘Alîm</em> mengisahkan tentang Qarun dalam firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, “Celakalah kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang bersabar. Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”</span></em><span> (<strong>QS. Al-Qashosh : 79-81</strong>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Karena itulah Imam Hasan Al-Bashry (w. 110 H) berkata, “Sesungguhnya bila fitnah itu datang akan diketahui oleh setiap ‘alim (ulama), dan apabila telah terjadi, barulah orang-orang yang jahil mengetahuinya.” <a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan penyelesaian masalah-masalah besar yang menimpa umat adalah kembali kepada ulama,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. An-Nis</span></strong>a<strong><span>` : 83</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulullah <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam </em>menyatakan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><em><span>“Berkah itu bersama orang-orang tua (ulama) kalian.”</span></em><span> <a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan ‘Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu </em>menjelaskan suatu hakikat yang telah terbukti di berbagai masa setelahnya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">لاَ يَزَالُ النَّاسُ صَالِحِيْنَ مُتَمَاسِكِيْنَ مَا أَتَاهُمُ الْعِلْمُ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَمِنْ أَكَابِرِهِمْ فَإِذَا أَتَاهُمْ مِنْ أَصَاغِرِهِمْ هَلَكُوْا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Manusia masih akan senantiasa sebagai orang yang sholeh lagi berpegang teguh (kepada agamanya) sepanjang ilmu datang kepada mereka dari para shahabat Muhammad shollall</span></em>a<em><span>hu ‘alaihi wa ‘al</span></em>a<em><span> </span></em>a<em><span>lihi wa sallam dan orang-orang tua (ulama) mereka. Maka apabila (ilmu) datang kepada mereka dari orang-orang kecil maka binasalah mereka.”</span></em><span> <a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Dibahasakan secara bebas dari dua bait syair beliau yang masyhur dalam buku-buku yang memuat biografi beliau.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Diriwayatkan oleh Al-Bukh</span>a<span>ry no. 3606, 7084 dan Muslim</span><strong><em><span> </span></em></strong><span>no. 1847.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Abu Hurairah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu </em>riwayat Muslim no. 1836 dan An-Nasa`i 7/140.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Anas bin Malik <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu </em>riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry no. 693, 696, 7142 dan Ibnu Majah no. 2680.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Hudzaifah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a<span><em> </em>riwayat Muslim no. 1837 dan Abu D</span>a<span>ud no. 4244.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits ‘Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry no. 3603, 7052, Muslim no. 1843 dan At-Tirmidzy no. 2195.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="EN-ID"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span lang="EN-ID"> </span><span>Dikeluarkan oleh Al-Bukh</span>a<span>ry dalam </span><strong><em><span>T</span></em></strong>a<strong><em><span>rîkh</span></em></strong><span>-nya 4/321 dan Ibnu Sa</span>&#8216;a<span>d dalam </span><strong><em><span>Ath-Thobaq</span></em></strong>a<strong><em><span>t</span></em></strong><span> 7/165-166. </span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Telah berlalu takhrijnya.</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Diriwayatkan oleh Ibnul Mub</span>a<span>rak dalam </span><strong><em><span>Az-Zuhud</span></em></strong><span>, ‘Abdurrazz</span>a<span>q dan lain-lainnya. Lihat takhrîjnya dalam kitab <strong><em>Mad</em></strong></span>a<span><strong><em>rik An-Nazhor</em></strong> hal. 161 karya Syaikh ‘Abdul M</span>a<span>lik Ramadhôny.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-3-5.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Menghadapi Terorisme (Solusi 1-2)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-1-2.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-1-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[As-Sunnah]]></category>

		<category><![CDATA[Salaf]]></category>

		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini, kami akan mengetengahkan kepada para pembaca, beberapa solusi yang merupakan dasar-dasar penting dalam menanggulangi masalah terorisme dan bagaimana cara menjaga negara dan masyarakat dari bahaya terorisme tersebut.
Satu : Menyeru kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah dan kembali kepada keduanya dalam segala perkara.
Tidak diragukan bahwa kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berikut ini, kami akan mengetengahkan kepada para pembaca, beberapa solusi yang merupakan dasar-dasar penting dalam menanggulangi masalah terorisme dan bagaimana cara menjaga negara dan masyarakat dari bahaya terorisme tersebut.</span><span id="more-179"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Satu :</span></strong><span> Menyeru kaum muslimin untuk berpegang teguh terhadap Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah dan kembali kepada keduanya dalam segala perkara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Tidak diragukan bahwa kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah adalah kesejahteraan dan kemulian umat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.</span></em><span> <em>Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”</em> (</span><strong><span>QS.<span> </span>Thoha : 123-124</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan berpegang teguh kepadanya adalah tonggak keselamatan dan benteng dari kehancuran,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS.<span> </span>Ali &#8216;Imran : 103</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan segala masalah yang dihadapi oleh umat akan bisa terselesaikan dengan merujuk kepada Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"> </span></strong><em><span>“Tentang sesuatu apapun kalian berselisih maka putusannya kembali kepada Allah.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS.<span> </span>Asy-Syûr</span></strong>a<strong><span> : 10</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah adalah kebenaran mutlak yang merupakan rahmat dan kebaikan untuk seluruh manusia. Segala kebaikan telah dijelaskan dalam Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah, demikian pula segala kejelekan diterangkan obat dan penyelesaiannya dalam Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah. Siapa-siapa yang berpegang dengannya, maka merekalah yang akan dijayakan oleh Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span>, sebagaimana dalam hadits ‘Umar bin Khaththôb <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em>, bahwa Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">إِنَّ اللهَ لَيَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya Allah mengangkat (derajat) suatu kaum karena kitab ini dan merendahkan yang lainnya karenanya.”</span></em><span> <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Dua :</span></strong><span> Penegasan wajibnya memahami Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman <em>Salaf<span> </span>Shôlih</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Para</span><span> shahabat Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik mereka itulah yang disebut <em>Salaf Shôlih</em>. Para shahabat adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mendampingi Rasul-Nya dalam menyebarkan dan memperjuangkan agama ini. Mereka adalah orang-orang yang paling memahami Al-Qur</span>&#8216;a<span>n dan As-Sunnah; kandungan, maksud, penafsiran, penempatan dan pendalilannya. Karena itu telah datang nash-nash yang sangat banyak menjelaskan kewajiban mengikuti jalan mereka dan menempuh agama di atas cahaya mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>Subh</em></span>a<span><em>nahu wa Ta’</em></span>a<span><em>l</em></span>a<span><em> </em>menjelaskan bahwa keridhaan dan sorga hanyalah didapatkan oleh orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka sorga-sorga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. At-Taubah : 100</span></strong><span>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Allah menjadikan keimanan para shohabat sebagai lambang kebenaran dan petunjuk, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Maka jika mereka beriman seperti apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kalian). Maka Allah akan memelihara kalian dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</span></em><span> (<strong>QS. Al-Baqorah : 137</strong>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Bahkan Allah <em>‘Azza Dzikruhu</em> mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan para salaf dalam firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>“<em>Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, Kami biarkan ia larut dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”</em> (<strong>QS. An-Nis</strong></span>a<span><strong>` : 115</strong>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Nabi <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam </em>memuji tiga generasi pertama umat ini dalam sabdanya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">خَيْرُ النَاسِ قَرْنِي ثُمَّ الذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sebaik-baik manusia adalah zamanku kemudian zaman setelahnya kemudian zaman setelahnya”.</span></em><span> <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Bahkan lebih dari itu, Nabi <em>shollallahu<span> </span>‘alaihi wa </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> menyatakan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">النُّجُوْمُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ فَإِذَا ذَهَبَتْ النُجُوْمُ أَتَى السَّمَاءُ مَا تُوْعَدُ وَأَنَا أَمَنَةٌ لأَصْحَابِي فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِيْ مَا يُوْعَدُوْنَ وَأَصْحَابِيْ أَمَنَةٌ لأُمَّتِيْ فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِيْ أَتَى أُمَّتِيْ مَا يُوْعَدُوْنَ</span></strong><strong><span dir="ltr"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Bintang-bintang adalah kepercayaan bagi langit, bila bintang telah lenyap maka akan datang kepada langit apa yang diancamkan terhadapnya. Dan saya adalah kepercayaan bagi shahabatku, jika saya telah pergi maka akan datang kepada shahabatku apa yang diancamkan terhadapnya. Dan para shahabatku adalah kepercayaan umatku, bila para shahabatku telah pergi, maka akan datang kepada umatku apa yang diancamkan terhadapnya.”</span></em><span> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan kita diperintah untuk merujuk kepada pemahaman mereka pada saat terjadi perselisihan atau fitnah, sebagaimana dalam hadits ‘Irb</span>a<span>dh bin S</span>a<span>riyah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu </em>beliau berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">وَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيْغَةً ذَرِفَتْ مِنْهَا العُيُوْنُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوْبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُوْلُ اللهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهُدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى الله وَالسَّمْعَ وَالطَّاعَةَ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ المَهْدِيْيِنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“(Nabi shollall</span></em>a<em><span>hu ‘alaihi wa ‘al</span></em>a<em><span> </span></em>a<em><span>lihi wa sallam) menasehati kami dengan suatu nasehat yang sangat mendalam sehingga membuat air mata kami berlinang dan hati-hati kami bergetar. Maka seseorang berkata, “Wahai Rasulull</span></em>a<em><span>h, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan, maka apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?” Beliau bersabda, “Saya mewasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, dan agar kalian mendengar dan taat (</span></em><em><span>kepada pemimpin</span></em><strong><em><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"></span></em></strong><em><span>) walaupun yang menjadi (pemimpin) atas kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena sesungguhnya siapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka<span> </span>wajib atas kalian untuk berpegang teguh kepada sunnahku dan kepada sunnah para khalifah yang mendapat hidayah dan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi-gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah terhadap perkara yang baru dalam agama. Karena sesungguhnya semua perkara yang baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.”</span></em><span> <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berkata Ibnu Qudamah <em>rahimahullah</em>, “Telah tetap kewajiban mengikuti para ‘ulama Salaf <em>rahmatullahi ‘alaihim</em> berdasarkan Al-Kitab, As-Sunnah dan <em>Ijm</em></span>a<span><em>’</em> (kesepakatan di kalangan ulama)…” <a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits riwayat Muslim no. 817 dan Ibnu M</span>a<span>jah<span> </span>no. 218.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Ibnu Mas’ud <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry no. 2652, 3651, 6429, 6658, Muslim no. 2533, At-Tirmidzy no. 3868 dan Ibnu M</span>a<span>jah no. 2362. Dan dikeluarkan pula oleh Al-Bukh</span>a<span>ry no. 2651, 3659, 6428, 6695, Muslim no. 2553, Abu D</span>a<span>ud no. 2657, At-Tirmidzy no. 2226-2227, 2307 dan An-Nas</span>a<span>`i 7/17 dari ‘Imr</span>a<span>n bin Al-Hushain <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em>. Dan dari hadits Abu Hurairah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Muslim no. 2534. Serta dari ‘Aisyah <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anh</em></span>a<span> riwayat Muslim no. 2536. </span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Abu Mûs</span>a<span> Al-Asy’ary <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Muslim no. 2531.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits riwayat Ahmad 4/ 126, Ad-Darimy no. 95, Abu Daud no. 4607, At-Tirmidzy no. 2681, Ibnu M</span>a<span>jah no. 42-44, Ibnu Hibb</span>a<span>n no. 5, Al-Hakim 1/96-97, Ath-Thobarany 18/no. 617-624, 642 dan dalam </span><strong><em><span>Al-Ausath</span></em></strong><span> 1/no. 66, Al-Baihaqy 10/114, Tammam dalam Fawa`id-nya no. 255, 355, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 5/220-221, 10/114-115 dan dalam </span><strong><em><span>Syu’abul Îm</span></em></strong>a<strong><em><span>n</span></em></strong><span> 6/66 dan Al-L</span>a<span>lak</span>a<span>`iy dalam </span><strong><em><span>Syarah Ushûl I’tiq</span></em></strong>a<strong><em><span>d Ahlis Sunnah wal Jam</span></em></strong>a<strong><em><span>’ah</span></em></strong><span> 1/74 no. 79. Dishohîhkan oleh Al-Alb</span>a<span>ny dalam </span><strong><em><span>Ash-Shohîhah</span></em></strong><span> no. 937, 2735 dan Al-W</span>a<span>di’iy dalam </span><strong><em><span>Ash-Shohîh Al-Musnad</span></em></strong><span> 2/75-76 (cet. Pertama).</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Baca </span><strong><em><span>Dzammut Ta`wîl</span></em></strong><span> hal. 28-36.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/solusi-menghadapi-terorisme-solusi-1-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tabligh Akbar &#8220;ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR&#8221;</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/tabligh-akbar-islam-membawa-kedamaian-bukan-teror.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/tabligh-akbar-islam-membawa-kedamaian-bukan-teror.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 01:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[As-Sunnah]]></category>

		<category><![CDATA[damai]]></category>

		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Makassar]]></category>

		<category><![CDATA[muhajirin]]></category>

		<category><![CDATA[muslimin]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<category><![CDATA[rahmat]]></category>

		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<category><![CDATA[Teroris]]></category>

		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[
Bismillah,
Assalamu&#8217;alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami mengundang segenap kaum muslimin ibukota dan luar kota lainnya untuk menghadiri :
Hadirilah Sebuah Tabligh Akbar Penggugah Jiwa Dalam Rangka Refleksi Terhadap Aksi Terorisme di Bumi Pertiwi
Dengan Tema :
&#8220;ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR&#8221;
Bersama :
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari
(Pemimpin Redaksi Majalah An-Nashihah, &#38; Pemimpin Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar)
Waktu :
Ahad, 25 Sha&#8217;ban 1430 H [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror" src="http://jihadbukankenistaan.com/islam-damai-bukan-teror.jpg" alt="Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror" width="480" height="305" /></p>
<p><span id="more-373"></span></p>
<p>Bismillah,<br />
Assalamu&#8217;alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Kami mengundang segenap kaum muslimin ibukota dan luar kota lainnya untuk menghadiri :</p>
<div style="text-align: center;">Hadirilah Sebuah Tabligh Akbar Penggugah Jiwa Dalam Rangka Refleksi Terhadap Aksi Terorisme di Bumi Pertiwi</p>
<p><strong>Dengan Tema :</strong><br />
&#8220;<strong>ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR</strong>&#8221;</p>
<p><strong>Bersama :</strong><br />
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari<br />
(Pemimpin Redaksi Majalah An-Nashihah, &amp; Pemimpin Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar)</p>
<p><strong>Waktu :</strong><br />
Ahad, 25 Sha&#8217;ban 1430 H / 16 Agustus 2009<br />
Pukul 09:00 - 12:00 WIB</p>
<p><strong>Bertempat di :</strong><br />
Masjid Darul Ilmi<br />
Komplek PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian)<br />
Jalan Tirtayasa Raya No.6 (Jalan Wijaya No.1)<br />
Kebayoran, Jakarta Selatan</p>
<p><strong>Insya Allah Akan Disiarkan Langsung Secara Broadcast Melalui :</strong><br />
<strong>PALTALK (<a href="http://www.paltalk.com/">www.paltalk.com</a>)</strong>, Room : <strong>Religion&amp;Spirituality -&gt; Islam -&gt; Kajian Islam Ilmiah Jakarta</strong><br />
atau melalui <strong><a href="http://www.syiarsunnah.com/">www.syiarsunnah.com</a></strong> / <strong><a href="http://www.an-nashihah.net/">www.an-nashihah.net</a></strong></div>
<div style="text-align: center;">Ajak serta Keluarga, Tetangga, Saudara, Teman anda agar mendapatkan petunjuk kepada pemahaman Agama Yang Lurus.</p>
<p>Keterangan :<br />
<strong>*Khusus Laki-Laki/Ikhwan (Dikarenakan Keterbatasan Tempat)</strong><br />
<strong>*GRATIS (Tidak Dipungut Biaya)</strong></p>
<p>Contact Person : <strong>0856 18 12 563</strong></div>
<div style="text-align: center;">Untuk Keterangan Poster Bisa di lihat di link berikut atau di attachment :<br />
Ukuran Kecil : <a rel="nofollow" href="http://i32.tinypic.com/25rgsiw.jpg" target="_blank"><span>http://i32.tinypic.com/25r</span>gsiw.jpg</a><br />
Ukuran Besar : <a rel="nofollow" href="http://i32.tinypic.com/161gtmx.jpg" target="_blank"><span>http://i32.tinypic.com/161</span>gtmx.jpg</a><br />
(Kami mohon bantuannya agar membantu penyebaran kepada masjid-masjid kaum muslimin di ibukota, dengan izin takmir masjid setempat)</p>
<p>Diselenggarakan oleh :<br />
Yayasan Muhajirin Wal Anshar &amp; Masjid Darul Ilmi PTIK</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/tabligh-akbar-islam-membawa-kedamaian-bukan-teror.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Negatif Terorisme (Dampak 15-16)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-15-16.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-15-16.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 17:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[darah]]></category>

		<category><![CDATA[kafir]]></category>

		<category><![CDATA[mukmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Lima Belas : Menjadikan orang-orang yang komitmen terhadap agamanya sebagai bahan cercaan dan celaan.
Karena perbuatan sebagian orang, akhirnya sejumlah tuntunan syari&#8217;at dan orang-orang yang menerapkannya menjadi dihinakan. Sehingga orang yang berjenggot, laki-laki yang memakai pakaian di atas mata kaki, berpakaian islamy dan seterusnya, di kalangan sejumlah manusia telah menjadi tanda dan ciri tersendiri sebagai para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Lima</span></strong><strong><span> Belas :</span></strong><span> Menjadikan orang-orang yang komitmen terhadap agamanya sebagai bahan cercaan dan celaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Karena perbuatan sebagian orang, akhirnya sejumlah tuntunan syari&#8217;at dan orang-orang yang menerapkannya menjadi dihinakan. Sehingga orang yang berjenggot, laki-laki yang memakai pakaian di atas mata kaki, berpakaian islamy dan seterusnya, di kalangan sejumlah manusia telah menjadi tanda dan ciri tersendiri sebagai para teroris.</span><span id="more-175"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Allah <em>Subhânahu wa Ta&#8217;la</em> berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang yang mukmin dan mukminah kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Burûj : 10</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> menyatakan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.</span></em><span> <em>Dan apabila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.</em> <em>Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.</em> <em>Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak diutus sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin.</em> <em>Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,</em> <em>mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang,</em> <em>bahwa sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”</em> (</span><strong><span>QS. Al-Muthoffifîn : 29-36</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Enam Belas :</span></strong><span> Merusak harta benda yang terjaga dan dilindungi dalam syari’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Telah dimaklumi bahwa salah satu prinsip dasar umat Islam adalah menjaga lima perkara darurat, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Dan pada haji wadâ’, Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> telah mengingatkan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;" lang="AR-SA">إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta dan kerhormatan-kehormatan kalian adalah haram atas sesama kalian (untuk dilanggar) sebagaimana haramnya hari kalian ini (hari arafah 9 Dzulhijah) pada bulan kalian ini (Dzulhijah) pada negri kalian ini (Makkah).”</span></em><span> <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan harta benda yang hancur dan rusak dalam berbagai aksi teror tersebut bukan hanya harta benda milik pribadi, bahkan juga milik umum dan kemashlahatan bersama.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><strong><em><span>Al-Muwâfaqôt</span></em></strong><span> karya Asy-Syâthiby 2/7-10.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Telah berlalu takhrijnya.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-15-16.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Amrozi cs, Mati Syahidkah?</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/amrozi-cs-mati-syahidkah.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/amrozi-cs-mati-syahidkah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 01:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<category><![CDATA[amrozi]]></category>

		<category><![CDATA[eksekusi]]></category>

		<category><![CDATA[khwarij]]></category>

		<category><![CDATA[Peledakan]]></category>

		<category><![CDATA[Pengeboman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-
Soal:
Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Soal:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa, senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? <em>wa Jazâkumulâhu Khairan</em>.<span id="more-368"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Jawab:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Bismillahirrahmanirrahim</em>,</p>
<p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 15pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">الحمد لله رب العالمين ، والعاقبة للمتقين ، ولا عدوان إلا على الظالمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين ، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين ، وسلم تسليما كثيرا على مر الأيام والليالي والشهور والسنين .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="AR-SA"><span> </span></span>‘<em>Amma Ba’du</em>,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bukanlah suatu hal yang aneh <span lang="IN">pada kalangan awam dan mereka yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah </span><span>akan terjadi pada mereka </span><span lang="IN">seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) </span>yang dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini) adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dieksekusi itu adalah perbuatan <em>khurûj</em> (pembangkangan, kudeta) terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari <span lang="IN">perbuatan kaum bathiniyah.</span></p>
<p>Di antara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke Baghdad atau tempat lain –sebagaimana yang diberitakan-.</p>
<p>Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku, yaitu kaum muslimin di Indonesia –semoga Allah menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan kejelekan- dalam dua hal:<span lang="IN"><strong></strong></span></p>
<p><strong>Pertama,</strong> tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang mutawatir dari Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam </em>tentang celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun –selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka.</p>
<p>Beliau menggelari mereka bahwa “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, “Mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan “Mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari buruannya.”</p>
<p>Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam </em>(juga) memerintahkan untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, <span> </span>“Mereka adala<span lang="IN">h seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”, “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”, “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan mereka seperti binasanya kaum ‘Ad dan Iram”.</span></p>
<p>Beliau <em><span lang="IN">shallallâhu ‘alaihi wa sallam </span></em><span lang="IN">bersabda,<span> </span>“Saat terjadinya perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara mereka <em>mâriqah</em></span><a name="_ftnref1" href="http://an-nashihah.com/#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Garamond;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="IN"> yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>. Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali <em>radhiyallâhu ‘anhu</em> bersama para tokoh Islam dari kalangan shahabat dan tabi’in.</p>
<p>‘Ali dan para shahabatnya <em>radhiyallâhu ‘anhum</em> (berada di atas) kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah dan para shahabatnya <em>radhiyallâhu ‘anhum</em>.<span> </span><strong></strong></p>
<p><strong>Kedua,</strong> wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij, dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka. Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp) konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, baik sebagai pekerja atau penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian dan keamanan dari pemerintah yang muslim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi, keluar ke jalan-jalan (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa , baik koran, radio, televisi atau selainnya.</p>
<p>Tidak ada yang menggelari mereka dengan syuhada (orang yang mati syahid), kecuali dua jenis manusia:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Pertama, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, antara hak dan batil, dan antara sunnah dan bid’ah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Kedua, Pengekor hawa nafsu dan orang-orang sesat yang menyimpang dari As-Sunnah. Mereka melakukan demontrasi, penghujatan, konsentrasi massa, dan memuji kaum Khawarij yang menyimpang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Di antara upaya mereka untuk memuji mereka adalah menyebutkan karamah –sebagaimana tersebut dalam pertanyaan-. Ini termasuk kedustaan, kebohongan, bahan tertawaan manusia, anjuran terhadap bid’ah, menyebarkan kesesatan, membungkam As-Sunnah dan mengangkat bid’ah serta membantu para pelakunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Mereka tidak diterima persaksiannya, sebab mereka adalah musuh Ahlus Sunnah. Di antara prinsip dasar dan pokok orang-orang tersebut adalah bolehnya berdusta dalam membela mereka dan membantu penyebaran kebatilan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Hati-hati dan berhati-hatilah, wahai kaum muslimin dan muslimah, saudara dan saudari kami serta anak-anak kami di Indonesia, untuk tidak tertipu dengan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Saya nasihatkan pula kepada ahlul ilmi di negeri kalian untuk segera menyingkap kesesatan ini dan membantahnya dengan ilmu yang dibangun diatas Al-Qur`ân dan As-Sunnah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;">Inilah yang dapat aku sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan yang datang kepada kami dalam majalah An-Nashihah yang terbit di Makassar, Sulawesi (Selatan) di Indonesia –semoga Allah menjaga negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari setiap keburukan dan kejelekan-. Juga aku memohon kepada-Nya <em>Jalla wa ‘Alâ</em> agar menyatukan para pemimpin dengan rakyatnya di atas apa yang diridhai-Nya terhadap hamba-Nya dari keislaman dan As-Sunnah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong>Didikte oleh</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mantan Dosen Universitas Islam Madinah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Malam Selasa, 20 Dzulqa’dah 1429 H</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bertepatan dengan</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Garamond;">Malam 18 November 2008</span></div>
<p><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="http://an-nashihah.com/#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <em>Mâriqah</em> adalah orang yang keluar dari ketaatan atau keluar dari Islam. <em>Mâriqah</em> adalah nama lain khawarij, -pent.</p>
</div>
<div><strong>Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/kontemporer/amrozi-cs-mati-syahidkah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Negatif Terorisme (Dampak 12-14)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-12-14.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-12-14.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 17:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<category><![CDATA[jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[kafir]]></category>

		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Dua Belas : Pembunuhan terhadap jiwa yang tidak bersalah.
Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah, “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga, yaitu jiwa seorang muslim, (kafir) dzimmi, mu’ahad dan mus`tamin.” [1]
Dan semakna dengannya sejumlah ucapan para ulama yang telah berlalu penyebutannya ketika menyinggung pembagian orang-orang kafir. 
Dan tentunya sangat banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Dua Belas :</span></strong><span> Pembunuhan terhadap jiwa yang tidak bersalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sh</span>o<span>lih Al-‘Utsaim</span>i<span>n <em>ro</em></span><span><em>himahull</em></span>a<span><em>h</em>, “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga, yaitu jiwa seorang muslim, (kafir) <em>dzimmi</em>, <em>mu’</em></span>a<span><em>had</em> dan <em>mus`tamin</em>.” <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan semakna dengannya sejumlah ucapan para ulama yang telah berlalu penyebutannya ketika menyinggung pembagian orang-orang kafir.</span><span id="more-173"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan tentunya sangat banyak dalil yang menjelaskan tentang bahaya menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Diantara adalah firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span></span><em><span>“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Isr</span></em>a<em><span>`il, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-M</span></strong>a<strong><span>`idah : 32</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),</span></em><span> <em>(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.”</em> (</span><strong><span>QS. Al-Furq</span></strong>a<strong><span>n : 68-69</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> menyatakan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">اجتنبوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ</span></strong><strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span></strong><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">, قِيْلَ : يَا رسولَ اللهِ وَمَا هُنَّ ؟ قَالَ : الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ باِلْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالَ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلَّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Jauhilah tujuh (dosa) yang menghancurkan. Ditanyakan: “Apakah tujuh yang menghancurkan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan</span></em><strong><em><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"> </span></em></strong><em><span>Allah, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali (membunuh) dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari pada hari pertempuran dan menuduh wanita-wanita yang suci, yang menjaga dirinya lagi beriman.”.” </span></em><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Nabi <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">لَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ فِيْ فُسْحَةٍ مِنْ دِيْنِهِ مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Terus menerus seorang mukmin berada dalam kelapangan agamanya sepanjang ia tidak menyentuh darah yang diharamkan.”</span></em><span> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan sengaja membunuh jiwa seseorang tentu dosanya lebih besar,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. An-Nis</span></strong>a<strong><span>` : 93</span></strong><span>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Nabi <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> menegaskan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sungguh sirnanya dunia lebih ringan di sisi Allah dari membunuh (jiwa) seorang muslim.”</span></em><span> <a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan pembunuhan terhadap jiwa yang tidak bersalah ini semakin besar dosanya, ditinjau dari sisi lain, di mana para pelakunya telah melakukan pembunuhan kepada orang sama sekali tidak mempunyai andil dalam peperangan. Sedangkan Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> telah menegaskan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Baqarah : 190</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan juga pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak. Sedangkan Ibnu ‘Umar <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"> وُجِدَتْ امْرَأَةٌ مَقْتُوْلَةٌ فِيْ بَعْضِ مَغَازِيْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ .</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Seorang wanita ditemukan terbunuh pada sebahagian peperangan Rasulull</span></em>a<em><span>h shollall</span></em>a<em><span>hu ‘alaihi wa ‘al</span></em>a<em><span> </span></em>a<em><span>lihi wa sallam, maka Rasulull</span></em>a<em><span>h shollall</span></em>a<em><span>hu ‘alaihi wa ‘al</span></em>a<em><span> </span></em>a<em><span>lihi wa sallam melarang membunuh wanita dan anak kecil.”</span></em><span> <a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Berkata Ibnu Rusyd (w. 595 H), “Demikian pula tidak ada silang pendapat (di kalangan para ulama) bahwa tidak boleh membunuh anak-anak kecil (orang-orang kafir) dan para perempuan, mereka sepanjang perempuan dan anak kecil tersebut tidak melakukan peperangan.” <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, “Dan apabila asal peperangan yang disyari’atkan adalah jihad dan maksudnya adalah supaya agama hanya milik Allah dan supaya kalimat Allah yang paling tinggi, maka siapa yang menentang (maksud) ini maka ia akan diperangi menurut kesepakatan kaum muslimin. Adapun orang yang tidak menentang dan tidak melakukan peperangan, seperti perempuan, anak kecil, ahli ‘ibadah, orang tua, orang buta dan yang semisalnya tidaklah boleh untuk dibunuh menurut kebanyakan para ulama, kecuali kalau ia mengadakan peperangan dengan ucapan atau perbuatan.” <a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Tiga Belas :</span></strong><span> Menyakiti kaum muslimin yang tidak berdosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Tidaklah terhingga berbagai kepedihan dan gangguan yang menimpa kaum muslimin -khususnya di negeri yang mereka adalah minoritas- di belakang aksi-aksi terorisme yang terjadi. Betapa banyak linangan air mata, jerit tangis dan berbagai kengerian mewarnai kaum muslimin. Cukuplah bagi pembuat kerusakan tersebut ancaman Allah <em>Jalla Jal</em></span>a<span><em>luhu</em> dalam firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. Al-Ahzab : 58</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</span></em><span> (</span><strong><span>QS. An-Nûr : 19</span></strong><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan Rasulull</span>a<span>h <em>shollall</em></span>a<span><em>hu ‘alaihi wa ‘al</em></span>a<span><em> </em></span>a<span><em>lihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">مَنْ ضَيَّقَ مَنْزِلًا أَوْ قَطَعَ طَرِيْقًا أَوْ آذَى مُؤْمِنًا فَلَا جِهَادَ لَهُ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Siapa yang mempersempit rumah (orang) atau memutus jalan atau mengganggu seorang mukmin maka tidak ada jihad baginya.”</span></em><span> <a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p><strong><span>Empat belas :</span></strong><span> Terjadinya kerusakan di muka bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Telah berlalu penyebutan berbagai dalil tentang tercelanya berbuat kerusakan di muka bumi dan larangan syari’at terhadapnya. Dan telah diterangkan bahwa Islam adalah agama yang membawa kebaikan dan menganjurkan kepada manusia untuk mengadakan perbaikan dan kemanfaatan di muka bumi.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><strong><em><span>Al-Qaul Al-Muf</span></em></strong>i<strong><em><span>d</span></em></strong><span> 1/38.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><span>Hadits riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry </span><span>no. 2766, 5764, 6857</span><span>, Muslim </span><span>no. 89, Abu D</span>a<span>ud no. 2874 dan An-Nas</span>a<span>`i<span> </span>6/257.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Ibnu ‘Umar <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a<span> riwayat Al-Bukh</span>a<span>ry no. 6862.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Abdullah bin ‘Amr <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhum</em></span>a<span> riwayat At-Tirmidzy no. 1399, An-Nas</span>a<span>`i 7/ 82, Al-Bazz</span>a<span>r no. 2393, Ibnu Abi ‘</span>a<span>shim dalam </span><strong><em><span>Az-Zuhd</span></em></strong><span> no. 137, Al-Baihaqy 8/22, Abu Nu’aim dalam </span><strong><em><span>Al-Hilyah</span></em></strong><span> 7/270 dan Al-Khath</span>i<span>b 5/296. Dan di<em>shoh</em></span>i<span><em>h</em>kan oleh Syaikh Al-Alb</span>a<span>ny <em>rahimahull</em></span>a<span><em>h</em> dalam </span><strong><em><span>Gh</span></em></strong>a<strong><em><span>yatul Mar</span></em></strong>a<strong><em><span>m</span></em></strong><span> no. 439.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Dikeluarkan oleh Al-Bukh</span>a<span>ry no. 3014-3015, Muslim no. 1744, Abu D</span>a<span>ud no. 2668, At-Tirmdzy no. 1573, An-Nas</span>a<span>`i dalam </span><strong><em><span>Al-Kubr</span></em></strong>o<span> 5/185 dan Ibnu M</span>a<span>jah no. 2841.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><strong><em><span>Bid</span></em></strong>a<strong><em><span>yatul Mujtahid</span></em></strong><span> 1/280.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span><strong><em><span>As-Siy</span></em></strong>a<strong><em><span>sah Asy-Syar’iyyah</span></em></strong><span> hal. 165-166.</span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits Mu’adz bin Anas <em>radhiyall</em></span>a<span><em>hu ‘anhu</em> riwayat Ahmad 3/440, Sa’</span>i<span>d bin Manshûr dalam </span><strong><em><span>Sunan</span></em></strong><span>-nya no. 2468, Abu D</span>a<span>ud no. 2629, Abu Ya’l</span>a<span> no. 1483 dan dalam </span><strong><em><span>Al-Maf</span></em></strong>a<strong><em><span>r</span></em></strong>i<strong><em><span>d</span></em></strong><span> no. 1, Ath-Thobar</span>a<span>ny 20/no. 434-435, dan Al-Baihaqy 9/152. Dan di<em>shoh</em></span>i<span><em>h</em>kan oleh Al-Alb</span>a<span>ny <em>rahimahull</em></span>a<span><em>h</em> dalam </span><strong><em><span>Shoh</span></em></strong>i<strong><em><span>hul J</span></em></strong>a<strong><em><span>mi’</span></em></strong><span> no. 6378.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-12-14.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Negatif Terorisme (Dampak 10-11)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-10-11.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-10-11.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 17:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<category><![CDATA[bahaya]]></category>

		<category><![CDATA[kafir]]></category>

		<category><![CDATA[keamanan]]></category>

		<category><![CDATA[muhajirin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh : Menyebabkan terjadinya bahaya di tengah kaum muslimin.
Rasulullâh shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam besabda,
إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِيْنَ فْي الْمُسْلِمِيْنَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحْرَمْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ فَحُرِّمَ عَلَيْهِمْ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ
“Sesungguhnya muslim yang paling besar dosanya terhadap kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan terhadap kaum muslimin, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Sepuluh :</span></strong><span> Menyebabkan terjadinya bahaya di tengah kaum muslimin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> besabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِيْنَ فْي الْمُسْلِمِيْنَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحْرَمْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ فَحُرِّمَ عَلَيْهِمْ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Sesungguhnya muslim yang paling besar dosanya terhadap kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan terhadap kaum muslimin, kemudian sesuatu tersebut diharamkan terhadap mereka karena pertanyaannya.”</span></em><span> <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-171"></span><span>Perhatikan hadits di atas, kalau menghilangkan suatu hal yang halal bagi kaum muslimin karena suatu pertanyaan yang mengakibatkan hal tersebut diharamkan dalam syari’at Islam adalah suatu bahaya dan dosanya sedemikian besar, maka tentunya membuat berbagai bahaya terhadap kaum muslimin dosanya lebih besar dan lebih dahsyat. Dan Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> mengingatkan tentang haramnya membuat suatu bahaya dalam bentuk apapun terhadap kaum muslimin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl" align="center"><span><span> </span></span><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ</span></strong><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><em><span>“Tidak ada bahaya dan tidak yang membahayakan.”</span></em><span> <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dan dalil-dalil dalam hal ini sangatlah banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Sebelas :</span></strong><span><span> </span>Berkuasanya orang-orang kafir terhadap kaum muslimin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Harus diketahui bahwa apa yang menimpa kaum muslimin pada hari-hari ini dengan berkuasanya para musuh terhadap mereka di sejumlah belahan negeri kaum muslimin tidak lepas dari pengaruh dan dampak negatif dari perbuatan terorisme yang sedang melanda manusia yang sama sekali tidak memperhitungkan aturan-aturan syari’at, menjaga keamanan dan penjajian dan seterusnya. Dan hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> dalam sebuah hadits beliau yang sangat agung,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِيْنَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيْتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ</span></strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;">&#8230; وَذَكَرَ مِنْهَا : وَلَمْ يَنْقُضُوْا عَهْدَ اللهِ وَعَهْدَ رَسُوْلِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوْا بَعْضَ مَا فِيْ أَيْدِيْهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ وَيَتَخَيَّرُوْا مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ إِلَّا جَعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ</span></strong><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><strong><span style="font-size: 14pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>“Wahai sekalian kaum muhajirin, ada lima (perkara) yang kalian akan diuji dengannya dan saya berlindung kepada Allah untuk mendapati kalian…-dan beliau sebut diantaranya-, … dan tidaklah mereka membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka berkuasa atas mereka kemudian mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka, dan kapan para penguasa tidak berhukum dengan Kitab Allah dan mereka memilih selain dari apa yang diturunkan oleh Allah kecuali Allah akan menjadikan kehancuran mereka diantara mereka (sendiri).”</span></em><span> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Hadits ini menunjukkan bahwa membatalkan perjanjian adalah sebab berkuasanya musuh terhadap kaum muslimin. Kalau membatalkan janji saja sedemikian rupa akibatnya, maka tentunya aksi-aksi terorisme dengan bobot pelanggaran yang lebih besar dari membatalkan janji tentunya lebih berbahaya dan akan lebih menyebabkan orang-orang kafir berkuasa terhadap kaum muslimin. <em>Wallâhul Musta’ân</em>.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits riwayat Al-Bukhâry no. 7289, Muslim no. 2358 dan Abu Dâud no. 4610 dari Sa’ad bin Abi Waqqâsh <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits <em>Shohîh</em>. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albâny dalam </span><strong><em><span>Irwâ`ul Ghalîl</span></em></strong><span> no. 896. Dan beliau uraikan jalan-jalannya dari hadits ‘Ubâdah bin Ash-Shômit, Ibnu ‘Abbâs, Abu Sa’îd, Abu Hurairah, Jâbir bin Abdillah, ‘Âisyah, Tsa’labah bin Abi Mâlik dan Abu Lubâbah <em>radhiyallâhu ‘anhum</em>.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hadits riwayat Ibnu Majah no. 4019 dan selainnya dari ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>. Baca </span><strong><em><span>Ash-Shohîhah</span></em></strong><span> no. 106.</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/dampak-negatif-terorisme-dampak-10-11.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Akar Kesesatan (5)</title>
		<link>http://jihadbukankenistaan.com/bantahan-buku-aku-melawan-teroris/akar-kesesatan-5.html</link>
		<comments>http://jihadbukankenistaan.com/bantahan-buku-aku-melawan-teroris/akar-kesesatan-5.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 20:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bantahan buku "Aku Melawan Teroris"]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[aku melawan teroris]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[muslimin]]></category>

		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jihadbukankenistaan.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Akar Kesesatan Kelima : MENERAPKAN SEBAGIAN DALIL DAN MENINGGALKAN  SEBAGIANNYA.
Ini termasuk dasar dan akar penyimpangan yang mewarnai uraian-uraian penulis. Dan kesalahan dalam kebanyakan permasalahan yang penulis salah padanya disebabkan hanya karena menerapkan sebagian dalil dan meninggalkan sebagian yang lainnya. Dan model yang seperti ini adalah kebiasaan sejumlah kelompok sesat sepanjang sejarah umat Islam. 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Akar Kesesatan</span></strong><strong><span> Kelima :</span></strong><span> <span style="text-decoration: underline;"><strong>MENERAPKAN SEBAGIAN DALIL DAN MENINGGALKAN  SEBAGIANNYA.</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Ini termasuk dasar dan akar penyimpangan yang mewarnai uraian-uraian penulis. Dan kesalahan dalam kebanyakan permasalahan yang penulis salah padanya disebabkan hanya karena menerapkan sebagian dalil dan meninggalkan sebagian yang lainnya. Dan model yang seperti ini adalah kebiasaan sejumlah kelompok sesat sepanjang sejarah umat Islam. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jihadbukankenistaan.com/bantahan-buku-aku-melawan-teroris/akar-kesesatan-5.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
