Dalam bab ini, akan diuraikan beberapa catatan berkaitan dengan pemahaman Imam Samudra terhadap jihad. Dan hal ini termasuk masalah prinsip yang merupakan dasar kekeliruan Imam Samudra dalam bukunya.
1. Kekeliruan Seputar Definisi Jihad
Berkata penulis, “
Pengertian Jihad
Dari segi bahasa (etimologi), secara simpel jihad berarti bersungguh-sungguh, mencurahkan tenaga untuk mencapai satu tujuan. Dalam hal ini, seseorang yang bersungguh-sungguh dalam mencari jejak bisa dikategorikan jihad.
Dari segi istilah, jihad berarti bersungguh-sungguh memperjuangkan hukum Allah, mendakwahkannya serta menegakkannya. Read the rest of this entry »
Akar Kesesatan Kelima : MENERAPKAN SEBAGIAN DALIL DAN MENINGGALKAN SEBAGIANNYA.
Ini termasuk dasar dan akar penyimpangan yang mewarnai uraian-uraian penulis. Dan kesalahan dalam kebanyakan permasalahan yang penulis salah padanya disebabkan hanya karena menerapkan sebagian dalil dan meninggalkan sebagian yang lainnya. Dan model yang seperti ini adalah kebiasaan sejumlah kelompok sesat sepanjang sejarah umat Islam.
Akar Kesesatan Keempat : MEMBANGUN HUKUM DIATAS PERASAAN.
Termasuk akar dan dasar kesesatan penulis yang banyak mewarnai tulisannya dan aksi bom Bali yang dia lakukan adalah membangun hukum bukan semata berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah melainkan berdasarkan perasaan dan semangat belaka. Dan gaya seperti ini merupakan salah satu sumber kesesatan berbagai kelompok yang menyimpang sekaligus menujukkan lemahnya pemahaman dan aqidah pelakunya. Read the rest of this entry »
Akar Kesesatan Ketiga : KERANCUAN DALAM POKOK MANHAJ
Sebenarnya dalam dua dasar pemikiran Imam Samudra di atas, demikian pula yang akan datang, ada bentuk kerancuan dalam hal Manhaj. Namun disini ada beberapa kerancuan Manhaj yang selayaknya dikhususkan pembahasan terhadapnya. Yaitu kerancuan penulis berkaitan dengan makna Salafiyah.
Termasuk hal yang dibanggakan oleh Imam Samudra adalah pengakuannya bahwa dirinya berada di atas jalan Salaf-Shalih dan seluruh aksi Bom Bali yang dia lakukan bersama teman-temannya sangat dia yakini selaras dengan metode Salaf-Shalih. Read the rest of this entry »
Akar Kesesatan Kedua : PELECEHAN TERHADAP PARA ‘ULAMA
Termasuk ciri khas orang-orang Khawarij dan salah satu sumber kesesatan sejumlah kelompok yang pernah tercatat dalam sejarah Al-Firaq adalah melecehkan para ulama dan menganggap diri-diri mereka lebih tinggi dari para ulama. Karena itu tidak pernah tercatat dalam sejarah terdapat seorang ulama dalam pengertian hakiki di kalangan Khawarij. Awal kali mereka keluar dan memberontak terhadap penguasa adalah di masa ‘Ustman bin ‘Affân radhiyallâhu ‘anhu kemudian di masa ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallâhu ‘anhu, dan tidak ada seorang shahabat pun yang tergabung dalam barisan Khawarij. Read the rest of this entry »
Berikut ini akan kami terangkan beberapa dasar dan akar pemikiran Imam Samudra yang mewarnai berbagai kesalahan dan kesesatan yang terdapat dalam bukunya “Aku Melawan Teroris”.
Dan penjelasan tentang dasar dan akar kesesatan ini kami mengharapkan dari para pembaca untuk memperhatikannya secara cermat dan menumbuhkan kehati-hatian dalam diri agar tidak terjatuh dalam hal-hal yang seperti itu. Karena akar dan dasar kesesatan tersebut merupakan bagian dari pokok-pokok dasar kesesatan sejumlah kelompok menyimpang dari masa ke masa. Read the rest of this entry »
Berikut ini, beberapa nash ucapan Imam Samudra yang menggambarkan paham keislamannya.
Nash Pertama
Berkata Penulis dalam bukunya ‘Aku Melawan Teroris’, “Sekarang, akan kupaparkan metode yang kutempuh dalam memahami Islam setelah mempelajari serba sedikit.” [1]
Tanggapan
Perlu diketahui bahwa berbicara dalam suatu permasalahan tanpa ilmu adalah suatu hal yang sangat terlarang dalam syari’at kita. Karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isrô` : 36) Read the rest of this entry »
Dalam Al-Qur’an Al-Karim, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya.”.” (QS. Ali ‘Imran : 187)
Dan Allah Azzat ‘Azhomatuhu menyatakan,
“Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al Qur’an, (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-An’am : 55)
Inilah sebagian ayat yang mendasari kami untuk menulis catatan-catatan terhadap Buku “Aku Melawan Teroris” karya Imam Samudra alias Abdul Aziz alias Qudamah –hadahullah-. Read the rest of this entry »